Harum Kopi Di Tengah Pasar

WARUNG Kopi Lawoek ibarat oase kecil di tengah keriuhan Pasar Kliwon, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.

Sembari mengistirahatkan badan setelah menembus keramaian orang ataupun usai berbelanja, kita bisa tenang memesan, menyeruput, sekaligus menghirup wangi dari cappucino, macchiato, vietnam drip, atau sekedar hot chocolate.

Warung Kopi Lawoek adalah warung kopi sederhana, los mungil berukuran 1 x 2,5 meter di sudut pasar. Menyajikan minuman kopi dan cokelat ala kafe, warung ini tidak terlihat mewah atau mencolok.

Sebaliknya, terlihat biasa saja, ”bertetangga” dengan los tahu yang tepat berada di samping dan los ikan asin yang tepat berada di depannya.

Dengan lokasinya tersebut, tak heran beragam aroma dari tetangga tersebut sesekali menghambur ke hidung, ”meramaikan” aroma dari kopi atau cokelat yang terhidang.

Sama seperti los-los lainnya, bagian depannya hanya merupakan petak berlapis keramik berwarna hijau, yang kemudian padat diisi dengan deretan toples plastik dan kaca berisi kopi bubuk dan roasted beans coffee.

Hanya ada dua kursi kayu yang disediakan untuk pelanggan. Jika ada pengunjung berlebih, kursi-kursi lain bisa ”dikerahkan” dengan meminjam dari los tetangga.

Dengan kesederhanaannya, ngafe di warung ini terasa berbeda.

Bukan dipadati anak-anak gaul atau pebisnis, di warung ini kita bisa ngopi bersebelahan dengan pedagang, pegawai kelurahan, ibu rumah tangga, atau tukang kredit.

Sesekali, cangkir-cangkir pun berseliweran ke luar warung, berisi kopi pesanan dari pedagang-pedagang lainnya. Di sana, ngopi ala kafe bisa dilakukan oleh siapa saja.

Ngopi di tempat itu juga bisa dilakukan dengan mudah sebagai selingan di antara aktivitas keseharian berdagang atau berbelanja.

Bambang Sujatmiko (46) adalah salah satu yang melakukannya. Pria yang sehari-hari bekerja di Tabalong, Kalimantan Selatan, itu mengatakan, Warung Kopi Lawoek ”ditemukannya” saat dirinya menemani istrinya berbelanja ke pasar.

Belakangan, kebiasaan ngopi di pasar selalu diulangnya setiap kali dia cuti bekerja dan pulang ke Temanggung.

Aktivitas di pasar yang riuh rendah berikut beragam aroma ”khas” di pasar jadi tambahan sensasi tersendiri saat ngopi.

Ayu (24), pelanggan lainnya, merasa bersyukur ada Warung Kopi Lawoek yang berlokasi di tengah pasar.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/03/052800727/harum.kopi.di.tengah.pasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *