Kesejukan Bogor Menjelma Di Resto

BEGITU kata Bogor terlintas di pikiran, gambaran pohon-pohon yang besar dan tinggi, hamparan kebun teh di Puncak, serta gemuruh air terjun di kawasan Pegunungan Salak-Halimun pun bermunculan.

Kini, gambaran itu diadopsi dalam konsep sejumlah tempat kuliner di Bogor. Yuk, kita jelajahi!

Salah satu tempat kuliner asyik itu ada di kawasan Pajajaran Raya, Kota Bogor. Begitu masuk dari Jalan Pajajaran, di kanan dan kiri jalan terdapat setidaknya empat atau lima restoran yang interiornya terlihat jelas dari luar. Sebab, resto tersebut tidak berdinding luar, pun tak ada pintu dan jendela.

Tiadanya sekat tersebut membuat pertunjukan musik di resto itu bisa juga dinikmati oleh orang-orang yang berjalan kaki atau makan di warung tenda kaki lima di sebelahnya.

Resto itu memang dibangun sedemikian rupa agar ”menyatu” dengan dinamika di luar resto dan atmosfer lingkungan.

Sekarang mari kita mampir ke Two Stories Resto dan Cafe. Resto yang berdiri sejak dua tahun lalu ini memakai ”The Rabbit” sebagai karakter khasnya.

Si Kelinci, kata Tomi, yang juga karyawan di situ, adalah simbol bahwa kita masing-masing memiliki cerita yang bisa kita bagikan dan menjadi berbeda ketika diutarakan.

”Kelinci itu menjelma menjadi diri kita yang menyimpan banyak cerita. Kami menghadirkan suasana resto yang membuat pengunjung nyaman dalam berbagi cerita sambil menikmati berbagai cita rasa hidangan yang tersedia,” katanya.

Ruang terbuka resto ini, selain yang berada di halaman muka, juga berada di lantai dua, bersebelahan dengan ruang resto yang menjadi tempat pertunjukan musik.

Dari ruang terbuka itu, sambil menikmati udara dan langit Bogor, kita pun menikmati musik.

Aneka perpaduan ini menghadirkan sebuah tempat yang nyaman untuk berbagi cerita dengan teman, kerabat, pasangan, atau keluarga.

Begitu juga di lantai tiga. Meski ukuran ruangan lebih kecil, rooftop resto ini tetap menawan. Sembari menikmati aneka hidangan grill, kita bisa memandangi langit Bogor serta temaram saat senja menghampiri.

Jika tidak ingin terlalu diterpa angin, ada pilihan untuk bercengkerama di lantai satu. Di sini, sejumlah meja kursi diatur sebagaimana meja kursi di ruang tamu rumah, lengkap dengan bantal-bantal kursi yang membuat ngobrol menjadi lebih santai.

Sebagian meja-kursi lainnya diatur seperti di ruang makan sehingga kita bisa ngobrol sambil berbagi makanan yang dipesan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/20/192300827/kesejukan.bogor.menjelma.di.resto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *