Liburan Raja Salman, Dari Tangier Ke Bali

NAMA Pulau Bali mendadak menghiasi halaman beberapa media di Timur Tengah menyusul agenda Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz yang akan berlibur di Pulau Dewata selama enam hari, 4-9 Maret nanti.

Nama Bali pun layak disandingkan dengan nama besar kota Tangier di Maroko, yang dikenal menjadi tempat peristirahatan musim panas raja-raja Arab Saudi sejak era 1960-an hingga saat ini.

Alkisah, konon Raja Hassan II mengajak Raja Faisal bin Abdulaziz saat berkunjung ke Maroko pada 1960-an untuk berjalan-jalan ke kota Tangier.

Raja Faisal saat itu langsung terpikat dengan pemandangan eksotik kota Tangier. Keluarga Raja Arab Saudi pun membangun istana peristirahatan yang megah di kota Tangier.

Nama kota Tangier di Maroko barat laut, sekitar 217 kilometer arah barat laut ibu kota Rabat, sejak itu selalu lekat dengan keluarga Raja Arab Saudi.

Kota itu dikenal menjadi tempat peristirahatan musim panas Raja Arab Saudi dan keluarganya sejak era Raja Faisal bin Abdulaziz (1964-1975) hingga Raja Salman sekarang ini.

Kota Tangier terletak di gugusan perbukitan kecil dan bertepi ke laut yang menjadi titik temu Laut Atlantik dan Laut Tengah. Pemandangannya sangat memikat raja-raja Arab Saudi dan keluarganya.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Kunjungan Raja Salman ke Indonesia setelah 47 tahun lalu dalam rangka kerjasama bilateral Indonesia – Arab Saudi.

Dari gugusan perbukitan kota Tangier, mereka bisa melihat pemandangan dua laut eksotik sekaligus, yaitu Laut Atlantik dan Laut Tengah, yang tidak mereka peroleh di tempat lain mana pun.

Dari kota Tangier pula, mereka bisa menatap dari kejauhan negeri Spanyol di Eropa. Kota Tangier dan Spanyol hanya dipisah oleh selat sempit, Selat Gibraltar.

Kota Tangier pun menjadi salah satu obyek wisata eksotik populer di Maroko, selain kota Marrakech dan Agadir.

Bali, pertama di Asia

Pesona Bali sesungguhnya tidak kalah dengan Tangier. Bali dikenal memiliki segalanya: pesona pantai, perbukitan, dan budaya.

Sungguh beruntung Pulau Bali dipilih menjadi tempat liburan Raja Salman dan rombongannya, yang mencapai sekitar 1.500 orang.

Bali pun menjadi tempat wisata pertama di Asia yang dikunjungi Raja Arab Saudi.

Ini tradisi baru bagi Raja Arab Saudi dan keluarganya yang memilih sebuah tempat wisata di Asia Tenggara sebagai tempat liburan mereka.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Wisatawan menikmati keindahan tebing di tepi Samudera Hindia yang berada di kompleks Pura Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (18/8/2016).

Selama ini, Raja Arab Saudi dan keluarganya selalu menuju kota Tangier atau kota-kota di Eropa untuk menghabiskan masa liburan mereka.

Terpilihnya Bali sebagai tempat liburan Raja Salman juga bisa menjadi peluang meningkatkan kunjungan turis dari Arab Saudi dan negara Arab pada umumnya yang selama ini jumlahnya masih sedikit.

Hingga akhir 2016, tercatat jumlah kunjungan turis Arab Saudi ke Bali hanya 46.000 orang. Padahal, potensi wisatawan asal Arab Saudi sangatlah besar.

Menurut Badan Urusan Pariwisata dan Khazanah Nasional Arab Saudi, rakyat negara itu menghabiskan dana sekitar 30 miliar dollar AS pada 2015 untuk belanja wisata di luar negeri.

Sebagian besar wisatawan Arab Saudi memilih negara-negara Eropa, Maroko, Tunisia, dan Turki sebagai tempat liburan mereka.

Di Asia, sebagian besar wisatawan Arab Saudi selama ini memilih Malaysia dan Thailand sebagai tempat tujuan wisata mereka.

Kehadiran Raja Salman di Bali merupakan kesempatan emas bagi Pemerintah Indonesia, persisnya Kementerian Pariwisata, untuk memasarkan potensi wisata Bali ke Arab Saudi dan negara-negara Arab di kawasan Teluk lainnya dalam upaya menarik wisatawan ataupun investor.

TRIBUN/TAUFAN WIJAYA Pertunjukan tari kecak di Uluwatu, Bali, Kamis (6/6/2013). Tari kecak yang dimainkan tiap hari di pura ini bisa menyedot hampir seribu penonton.

Pengalaman Maroko bisa ditiru Indonesia dalam keberhasilan menarik wisatawan ataupun investor dari negara-negara Arab Teluk (GCC).

GCC, termasuk Arab Saudi, menjanjikan paket investasi senilai 120 miliar dollar AS di berbagai sektor, termasuk wisata, kepada Maroko hingga tahun 2024.

Maroko kini dikunjungi sekitar 10 juta wisatawan setiap tahun dan menjadi sumber devisa terbesar kedua di negara tersebut setelah fosfat. (MUSTHAFA ABD RAHMAN, dari Kairo, Mesir)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 2 Maret 2017, di halaman 8 dengan judul “Liburan Raja Salman, dari Tangier ke Bali”.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/03/02/200600627/liburan.raja.salman.dari.tangier.ke.bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *