Naga 178 Meter Di Singkawang Raih Rekor Muri

SINGKAWANG, KOMPAS.com – Warga Kota Singkawang patut bersyukur dan berbangga dalam perhelatan Festival Cap Go Meh 2568 tahun ini.

Replika sosok naga raksasa sepanjang 178 meter yang turut memeriahkan perhelatan budaya akbar tersebut berhasil tercatat sebagai naga terpanjang oleh Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

Naga raksasa berdiameter 1,1 meter dengan 50 ruas ini merupakan sumbangsih alumni persekolahan swasta yang tergabung dalam Santo Yosep Group Singkawang yang tahun ini genap berusia 50 tahun.

(BACA: Ini Rute Pawai Lampion dan Tatung Cap Go Meh di Singkawang)

Wakil Direktur Muri, Osmar Semesta Susilo mengatakan, rekor yang berhasil dipecahkan tersebut berskala internasional. Pihaknya juga sudah melakukan penilaian dan mengukur panjang replika sosok naga tersebut.

“Hari ini tim Muri akan mencatatkan rekor baru di Singkawang, yaitu rekor naga lampion terpanjang dengan panjang 178 meter,” ujar Osmar, Kamis (9/2/2017).

Osmar memaparkan, replika naga terpanjang yang dibuat oleh Santo Yosep Group Singkawang ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya, yaitu replika naga lampion yang di buat oleh PT Tri Sakti Purwo Sari Abadi Grup pada tahun 2015.

Koordinator replika naga, Bong Sin Fo mengatakan pihaknya cukup bangga dengan prestasi yang ditorehkan. Karena, selain memeriahkan Festival Cap Go Meh, juga mencatatkan sejarah tersendiri untuk Kota Singkawang melalui apresiasi yang diberikan Muri.

 

(BACA: Naga 178 Meter Akan Meriahkan Cap Go Meh di Singkawang)

“Kami sangat gembira, karena naga ini tercatat sebagai replika naga terpanjang dalam sejarah perayaan Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang,” ungkapnya.

Bong Sin Fo menjelaskan, butuh persiapan selama empat bulan untuk proses pembuatan naga raksasa tersebut. Waktu yang cukup panjang itu pun akhirnya terbayar dengan prestasi rekor Muri.

Pengerjaan naga tersebut juga melibatkan tenaga lokal dari Kalimantan Barat yang berasal dari daerah Pinyuh. Sedangkan biayanya sendiri, mencapai ratusan juta rupiah yang diperoleh dari sponsor maupun donatur.

Untuk memainkan naga ini, setidaknya dibutuhkan 180 orang yang membawa naga ini berkeliling dan menghibur warga Kota Singkawang.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengapresiasi hasil karya alumni sekolah Katolik Santo Yosep ini. Karya yang dipersembahkan tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat di Kota Singkawang.

“Kita patut bersyukur karena kawan-kawan dari Santo Yosep Group Singkawang ini telah memberikan karya yang menjadi kebanggaan masyarakat dan memecahkan rekor Muri. Tentu kita berharap apa yang telah dilakukan ini bisa menarik turis-turis untuk berkunjung ke kota Singkawang,” kata Awang Ishak.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/10/090700827/naga.178.meter.di.singkawang.raih.rekor.muri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *