Pariwisata Purworejo Tak Kalah Dengan Yogyakarta

PURWOREJO, KOMPAS.com – Purworejo adalah salah satu kabupaten di sebelah timur Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kulon Progo, DI Yogyakarta. Tak kalah dengan provinsi tetangganya, Purworejo juga punya beragam potensi wisata. Tak kurang dari lima desa wisata yang menyuguhkan berbagai atraksi tumbuh di kabupaten tersebut.

Lima desa wisata yang menjadi unggulan Purworejo tersebut ialah Desa Wisata Somongari, Desa Wisata Karangrejo, Desa Wisata Kaligono, Desa Wisata Tlogowungu, dan Desa Wisata Benowo.

KompasTravel berkesempatan mengunjungi Desa Wisata Benowo di sela-sela acara Famtrip Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Jawa Tengah. Desa tersebut berada di, Kecamatan Bener, Kebupaten Purworejo, Jawa Tengah, sekitar satu jam dari pusat kota Purworejo juga dari Kulon Progo.

Rombongan famtrip yang terdiri dari Dinporapar, media, blogger, dan pelaku wisata, kemudian disambut oleh hangatnya keramahan warga Benowo. Hidangan makanan tradisional dan kesenian daerah yakni jatilan pun meramaikan malam penyambutan tersebut, Rabu (15/2/2017).

Kuliner tradisional

Desa yang berada di dataran tinggi ini memiliki camilan khas, yaitu bajingan. Bajingan merupakan ketela atau singkong rebus yang dimasukan ke dalam badek atau rebusan air nira. Bajingan tersebut terasa manis di luar dan gurih di dalam.

Sedangkan minuman tradisionalnya bernama baceng, perpaduan badek atau rebusan nira dengan cengkeh yang banyak ditemui di desa ini. Baceng pun menghangatkan wisatawan di tengah guyuran hujan malam itu.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Kesenian jatilan atau kuda lumping menjadi tarian tradisional yang dikembangkan di desa Benowo, Purworejo, Jawa Tengah. Beberapa pemuda berpakaian lengkap dengan kuda kayunya menari bak kesatria yang mengikuti irama gamelan, Rabu (15/2/2017).

Kesenian tradisional

Kesenian jatilan atau kuda lumping menjadi tarian tradisional yang dikembangkan di desa ini. Beberapa pemuda berpakaian lengkap dengan kuda kayunya menari bak kesatria yang mengikuti irama gamelan.

Suasana malam penyambutan wisatawan itu pun sontak menjadi meriah, walau di bawah guyuran hujan.

“Untuk wisata alam, yang sudah menjadi ikon ada puncak Gunung Kunir yang terdapat golden sunrise dan sunset,” ujar Afdholudin, Ketua Kelompok Sadar Wisata Lembah Kunir Desa Benowo saat penyambutan, Rabu (15/2/2017) malam.

Potensi wisata alam

Berdasarkan rekomendasi tersebut, KompasTravel dan beberapa wisatawan lainnya pun berkunjung ke ikon wisata Desa Benowo. Meski hari masih gelap, beberapa orang sudah ada di puncak gunung dengan ketinggian sekitar 870 meter diatas permukaan laut (mdpl).

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Curug Benowo, merupakan curug terbesar di Desa Wisata Benowo. Suasananya asri, bersih, dan jauh dari bising perkotaan, juga terdapat fasilitas seperti parkiran, kamar mandi, dan pendopo saat dikunjungi, Kamis (16/2/2017).

Puncak tersebut berada di barisan Pegunungan Menoreh, yang membentang dari Magelang hingga Purworejo. Dari atas puncaknya terlihat guratan emas matahari terbit. Sayangnya pagi itu dalam keadaan tertutup kabut.

Selain pesona mataharinya, dari sana wisatawan dapat melihat pemandangan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan puncak Tidar.

Puas beristirahat sejenak dari puncak Gunung Kunir, wisatawan kemudian menuju tiga curug unggulan desa ini. Curug Benowo adalah air terjun yang terbesar, lalu Curug Batur, dan Curug Padusan.

Curug Benowo yang berada di balik pemukiman warga memiliki ekosistem yang masih asri. Air terjun ini dilengkapi taman buatan, pendopo, dan rumah baca yang tengah dibangun untuk wisatawan. Menuju ke sini cukup mudah, namun untuk kendaraan roda empat hanya satu jalur sehingga akan sulit jika berpapasan.

Suasana yang amat asri, bersih, dan jauh dari bising perkotaan membuat Curug Benowo amat nyaman. Di curug ini sudah terdapat fasilitas seperti tempat parkir, kamar mandi, dan pendopo. Namun, dari pantauan KompasTravel belum ada warung atau tempat membeli keperluan di sekitar curug. Makanan harus dipesan dari rumah warga sekitar. Selain itu, keberadaan tempat sampah juga masih sedikit.

“Asri ya, curugnya besar, nyaman juga karena masih sepi. Lalu hiasannya juga alami kayak taman bunga, dan pendopo kayu,” ujar Mia, salah satu blogger yang ikut dalam famtrip tersebut, Kamis (16/2/2017).

Dua curug lainnya dikunjungi wisatawan searah jalan pulang. Bisa naik ojek atau jalan kaki, karena letak tiga curug tersebut memang berdekatan. Perjalanan ditempuh menelusuri sawah kebun, dan perbukitan yang masih asri. Perjalanan sejauh tiga kilometer semakin tak terasa. Terlebih saat menjumpai Curug Batur dan Curug Padusan di perjalanan.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Desa Wisata Benowo, memiliki satu situs wisata religi yang punya peninggalan bersejarah, berupa petilasan pangeran Benowo, beserta makam pengawalnya. Setiap penaggalan tertentu petilasannya kerap ramai wisatawan, dari seputar Jawa Tengah, Kamis (16/2/2017).

Potensi wisata religi

“Untuk wisata religi sendiri kami punya peninggalan bersejarah berupa petilasan Pangeran Benowo beserta makam pengawalnya. Lalu guci, piring, dan songsong agung, yaitu payung terbuat dari kayu dan kertas peninggalan pangeran,” ujar Afdholudin pada KompasTravel.

Pangeran Benowo sendiri merupakan salah satu raja dalam masa kejayaan Kerajaan Pajang. Menurut Afdholudin, setiap penanggalan tertentu petilasannya kerap ramai wisatawan, dari seputar Jawa Tengah dan sekitarnya.

Menilik hasil perkebunan masyarakat Desa Benowo, mayoritas komoditi di sini ialah cengkeh dan kopi robusta Benowo. Keduanya menghiasi kuliner warga setempat, dan bisa menjadi buah tangan wisatawan tentunya.

“Banyak lagi sebenarnya yang berpotensi tapi belum kami kelola. Hanya PR-nya ada di tata ruang tata kelola destinasi, pengolahan dan pemasaran kuliner, serta sertifikasi pelatihan SDM, hingga akses jalan,” tutup Afdholudin.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/20/052000527/pariwisata.purworejo.tak.kalah.dengan.yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *