Segarnya Bandar Eco Park, Kolam Renang Peninggalan Kolonial

BATANG, KOMPAS.com – Mendengar kata waterboom, mugkin yang tersirat adalah kolam modern dengan berbagai wahana airnya. Namun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, waterboom tersebut berada di daerah pegunungan yang masih asri.

Berlokasi di Jalan Bandar-Batang, Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, dari pusat Kabupaten Batang berjarak 17 kilometer atau sekitar 45 menit berkendaraan.

Waterboom dengan fasilitas cukup modern ini ternyata warisan kolonial Belanda. Salah satu yang masih asli tanpa dipugar ialah mata air yang mengairi kolam-kolam di sini.

(BACA: Borobudur, Joglosemar, dan Wisata Halal Dipamerkan di TITF 2017)

Sumber air kolam-kolam di sini ialah mata air alami, yang berada di sisi kolam utamanya. Sejak zaman kolonial hingga sekarang, mata air yang ada beberapa jumlah dalam satu kolam itulah yang tetap utuh dipertahankan.

“Peninggalan Belanda, hanya tinggal mata air-mata air di kolam itu saja. Kita tidak berani mengubah, apalagi menebang pohonnya, takut air yang keluar dari mata air itu berhenti,” ujar Junanto, sebagai Pengelola Bandar Ecopark saat dikunjungi KompasTravel, Senin (20/2/2017).

Selain merasakan kesegaran alami dari mata air tersebut, wisatawan juga dapat menikmati wahana dari waterboom ini. Terdapat beberapa seluncuran air, ember tumpah, hingga permainan buatan lainnya.

KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Beberapa mata air yang menjadi sumber waterboom berada di satu kolam, dan sampai sekarang (21/2/2017) masih utuh dipertahankan.

Kolam utama untuk bermain dibuat trek seperti sungai kecil, di sana wisatawan dapat jalan menelusuri rute panjang yang telah dibuat.

Rute seperti sungai kecil itu mengelilingi kolam dengan wahana permainan anak. Untuk orang dewasa sendiri, terdapat kolam khusus dengan kedalaman dua meter.

(BACA: Kemenpar Lirik Potensi Desa Wisata di Jawa Tengah)

Kolam yang merupakan salah satu wahana Bandar Eco Park ini berada di deretan pegunungan yang terhubung dengan dataran tinggi Dieng. Pepohonan rindang dan sejuknya udara pegunungan membuat kolam waterboom ini serasa menyatu dengan alam.

Nama Bandar Eco Park sendiri baru disematkan pada 2013 karena pembangunannya akan ke arah wisata edukasi alam.

“Kita merencanakan pembangunan ini ke arah eco park, nanti ada wisata menanam sayur, mengolahnya, juga edukasi berbasis alam lainnya,” ujar Bambang, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Kabupaten Batang saat berkunjung ke Bandar Eco Park.

Bagi Anda yang ingin menuju Dieng, tak ada salahnya mampir untuk berenang atau berendam di segarnya air Bandar Eco Park.

Pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000. Jika wisatawan tidak membawa baju renang, di sini menyewakan aneka keperluan, seperti sewa baju renang, kacamata renang, celana, ban pelampung Rp 3.000, sedangkan locker dan tikar bisa disewa sebesar Rp 4.000.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/21/152700727/segarnya.bandar.eco.park.kolam.renang.peninggalan.kolonial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *