Silangit Berbenah Menjadi Bandara Internasional

MEDAN, KOMPAS.com – Bandara Silangit naik kelas. Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II itu sudah diputuskan melalui rapat kabinet terbatas minggu lalu, bakal ditingkatkan menjadi bandara internasional pada 2018.

“Karena itu, perpanjangan landasan dari 2.200 meter menjadi 2.650 meter dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal segera dituntaskan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Karena status Bandara Silangit yang berlokasi di Siborongborong, Tapanuli Utara, itu menjadi internasional, maka akan dibuat Customs, Imigration, Quarantine, Port (CIQP) yaitu prosedur kepabeanan, imigrasi, karantina dan lain-lain pihak yang terlibat.

(BACA: Perlu Taksi dari Bandara Silangit ke Danau Toba? Ini Daftar Harganya…)

“Semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Baru atau 10 Top Destinasi Prioritas diproyeksikan menjadi bandara internasional,” kata Arief Yahya.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Sebanyak 16 Tour Operator Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia, Bulgaria serta perwakilan Emirates dibawa keliling ke Danau Toba di Sumatera Utara yang merupakan danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia yang di tengahnya ada Pulau Samosir.

Dari 10 Top Destinasi Prioritas itu yang belum memiliki bandara internasional adalah Danau Toba (Sumut), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai Maltara.

Sementara bandara di wilayah Joglosemar atau Jogja-Solo-Semarang sudah berstatus bandara internasional. Khusus untuk Bandara Adisutjipto di Yogyakarta sudah dinilai tak mampu menampung penumpang.

Oleh karena itu Presiden Joko Widodo sudah meletakkan batu pertama pembangunan bandara baru di Kulonprogo untuk mendukung destinasi Joglosemar dengan ikon Borobudur.

“Bandara Silangit bakal naik kelas. Ini kabar yang bagus buat percepatan destinasi Danau Toba di mana saat ini Badan Otorita Pariwisata Danau Toba sedang bekerja keras,” kata Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang didampingi Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, Arie Prasetyo, pada hari yang sama.

Setelah Danau Toba ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) makin gencar membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif.

“Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengatakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yang sebelumnya tidak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang sudah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit,” ujar Hiram.

KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Boneka sigale-gale raksasa hendak dilarung di Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (7/9/2014).

Pembenahan insfratruktur terus dilakukan. Tahapannya sudah masuk dalam level renovasi Bandara Silangit untuk mengejar kapasitas 500.000 penumpang. Target renovasi selesai April 2017.

”Landasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura II. Prosesnya malah akan dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit sudah bisa diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018 Bandara Silangit sudah bisa kita usulkan menjadi bandara internasional,” ujar Arie Prasetyo.

Dari paparan Arie, Bandara Silangit sangat mungkin dipromosikan menjadi bandara internasional. Dasarnya adalah Peraturan Kementerian Perhubungan RI yang menyebutkan bahwa bisa diusulkan karena adanya perubahan dalam hal posisi perkembangan pariwisata yang cukup besar. “Itulah alasannya,” kata Arie.

Dari sisi pasar, lanjut Arie, pasar juga sangat mendukung. Wilayah Danau Toba secara kawasan menjadi kunjungan utama wisatawan ke Sumut yang presentasenya mencapai 73 persen.

Umumnya wisatawan itu datang dari kawasan Asia seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam. “Mayoritas pengunjung ke Sumut tahun lalu dari Malaysia mencapai 50 persen lebih,” imbuhnya.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Sebanyak 16 Tour Operator Polandia, Austria, Hungaria, Slovakia, Bulgaria serta perwakilan Emirates dibawa keliling ke Danau Toba di Sumatera Utara yang merupakan danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia yang di tengahnya ada Pulau Samosir.

Setelah Silangit menjadi bandara internasional, Arie berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tidak lagi melalui Bandara Kualanamu. Wisatawan akan diarahkan langsung terbang ke Silangit.

“Maunya dari Bandara Singapura ke Silangit bisa ditempuh dalam waktu 2 jam atau 1,5 jam, supaya hari itu juga mereka bisa menikmati alam Danau Toba,” ujarnya. (*)
Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/02/24/050700827/silangit.berbenah.menjadi.bandara.internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *